Pemeriksaan ini bisa dilakukan saat usia kehamilan memasuki minggu ke 16-24. Tujuannya untuk memantau kondisi ibu dan janin. Sebab pada trimester 2 ini ibu rentan mengalami gangguan kesehatan. Misalnya diabetes, hipertensi atau ganggaun jantung. Hal ini dikarenakan produksi hormon yang mulai tidak seimbang. 5.Pemeriksaan pH. Gawat janin yang terjadi karena kekurangan asupan oksigen bisa menyebabkan pH darah janin menjadi lebih asam. Maka dari itu, dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan penunjang berupa pengambilan sampel darah bayi untuk memeriksa pH. Pemeriksaan penunjang tersebut disarankan untuk dilakukan jika ibu merasa mengalami tanda atau Berikut ini adalah ciri-ciri wanita hamil yang perlu diketahui: 1. Payudara lebih besar dan nyeri. Ciri-ciri orang hamil yang cukup umum terjadi adalah payudara nyeri atau kesemutan saat 1–2 minggu setelah pembuahan. Payudara juga akan terlihat lebih besar dan terasa lebih berat atau penuh. Selain itu, warna areola biasanya menjadi lebih gelap. Sebagian kehamilan pada abortus imminens mengalami keguguran, sedangkan sebagian lainnya dapat diselamatkan. Penanganan yang cepat dilakukan bisa mencegah keguguran akibat abortus imminens. Oleh karena itu, pemeriksaan ke dokter diperlukan sesegera mungkin apabila calon ibu mengalami gejala abortus imminens. Penyebab Abortus Imminens Peralatan. Terdapat beragam alat yang dapat digunakan dalam pemeriksaan fisik genitalia wanita. Beberapa peralatan yang digunakan dalam pemeriksaan fisik genitalia wanita adalah: Meja periksa atau kursi pemeriksaan pelvis. Lampu periksa. Sarung tangan steril. Spekulum Graeve [6,9,10] Posisi Pasien. Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik. Pasien yang mengalami anemia biasanya mengalami perubahan warna kuku, bibir, dan gusi, serta bagian dalam kelopak mata bawahnya menjadi lebih pucat. Dokter juga akan memeriksa tanda vital pasien. Hal ini karena anemia yang cukup berat dapat ditandai dengan jantung berdebar atau napas pendek. 2. * Pemeriksaan Fisik • Penampilan umum klien ( kesadaran,postur tubuh dan penampilan) • Tanda-tanda vital ( tekanan darah dan nadi monitor tiap 1 jam,pernafasan dan temperatur monitor tiap 4 jam ) • TB dan BB saat ini dan sebelum hamil • Muka dan kepala ( rambut,mata,kloasma,gigi dan mulut ) • Leher ( kelenjar tiroid dan JVP ) • Dada ( jantung,paru dan payudara ),jantung inspeksi MCHC) pada ibu hamil risiko tinggi (usia ≥ 35 tahun). 2. Menganalisis hubungan indeks eritrosit dengan usia kehamilan pada ibu hamil risiko tinggi 1.4 Manfaat Penelitian 1. Penulis Penelitian ini bagi penulis bermanfaat untuk menambah pengetahuan dan ketrampilan dalam melakukan pemeriksaan indeks eritrosit. 2. Instansi Pengertian Hiperemesis Gravidarum. Hiperemesis gravidarum adalah mual dan muntah yang berlebihan pada masa kehamilan. Kondisi ini juga dikenal sebagai HEG di masyarakat. Hiperemesis adalah istilah yang mengacu pada kondisi muntah yang sulit diatasi selama kehamilan, terutama pada trimester pertama. Secara umum, HEG pada ibu hamil dimulai 3. Pemeriksaan Air Ketuban. Pada pemeriksaan cairan amnion perlu diukur volume. Hidramnion ( volume > 2000 ml ) sering dihubungkan dengan obstruksi traktus intestinal bagian atas, ibu dengan diabetes atau eklamsi. 4. Memeriksa tali pusat Pada pemeriksaan tali pusat perlu diperhatikan kesegaranya, ada tidaknya simpul dan apakah terdapat dua OYpQR.